05 21 2012
Headline

selama ada media komunitas, kita hidup!

Cuma pengen membakar semangat,

Pemandangan sepintas industri musik hiphop bagi gw yaitu harus mampu memasok kebutuhan hiburan orang-orang lokal yang tidak mengerti hiphop, dan gw (poncotempo)  hanyalah salah satu dari kelompok musik hiphop kaum muda yang diperkirakan berjumlah ratusan. Mereka yang tumbuh subur di kota-kota besar Indonesia. gw dengan cara gw sendiri menggalang publik dengan tampil di berbagai kesempatan, mulai dari pesta seni sekolahan, radio, sampai kafe, yah itu ketika tahun 2006, bukan ditahun selanjutnya, Ini semua terjadi karena gw membuat album lewat penerbit album yang ia sebut “indie label” yang akhirnya mentok di promosi onair. Apa pun itu, gw menjadi salah satu indikator vitalitas kaum yang katakanlah mempunyai semacam spirit pembebasan. Paling tidak bebas memainkan musik seperti yang gw suka. Bukan musik yang gw anggap mapan, baku, atau mainstream, seperti yang dibuat oleh perusahaan mapan pula. Dan gw melihat,  Solo rap atau grup rap dengan semangat semakin bermunculan, mereka pasti bisa lebih baik dari gw. pasti!

It’s time to open your mind!” Kita lebih baik dan lebih pintar dari sepuluh tahun lalu. Ini saatnya untuk membuka pikiran…”

Jika gw membicarakan komunitas, komunitas pemusik-penggemar hiphop telah membentuk semacam jaringan yang menampung aktivitas mereka. Katakanlah itu berupa infrastruktur yang mendukung kehidupan bermusik di Indonesia. Musisi yang telah terasah kemampuan di event-event itu kemudian tergiur untuk perlu merekam lagu dan membuat album yang selanjutnya merekapun ingin menyodorkan ke radio atau penerbit rekaman agar mereka sama seperti pendahulunya. Lanjut tentang komunitas hiphop, gw perlebar lagi menjadi komunitas musik independent, Nah, berhubung Radio-radio di Bandung menjadi salah satu tempat penyemaian musisi “indie-indie” itu. Radio Ardan, Oz, atau Ninetyniners mempunyai acara semacam tangga lagu atau charts yang khusus menampung band indie. Band-band itu tinggal mengirim kaset atau CD ke radio dan mereka akan menyeleksi untuk kemudian menempatkan dalam daftar peringkat, gw pernah menjadi top list (chart #1) di ardan fm bandung ketika akhir 2006 yang lalu (dengan lagu berjudul putih abu-abu) yang selanjutnya di kota-kota lain lain lain dan curhat kali diterusin.
“Yang penting gw rilis musik yang gw suka dan menyebarkan musik itu ke orang lain. Rasanya puas man!!”

Band-band “indie” berikut komunitas penggemarnya itu boleh jadi mewakili wajah era yang telah bergeser. Kaum muda kelahiran seputar era 1980-an telah menemukan lahan bermainnya sendiri.
“Here we are now… Waktunya siap akan perkembangan dari apa yang kita lihat. Memang sekarang waktunya untuk membuat apa yang kita butuhkan. We are all smarter, better, than ten years ago. ….

It’s time to open your mind!” Kita lebih baik dan lebih pintar dari sepuluh tahun lalu. Ini saatnya untuk membuka pikiran…”

thanks untuk media hiphop dari A-Z yang selalu mau membenahi diri dan mikirin biaya produksi sendirian, cuma untuk “menghidupi” kita.

sumber: www.poncotempo.com

Post Comments:

Leave a Reply

Submit Comment